Jakarta, CNBC Indonesia- Sentimen eksternal yang telah mendorong pelemahan nilai tukar Rupiah hingga menembus level Rp 16.200-an per Dolar AS telah meningkatkan kekhawatiran pelaku usaha sektor manufaktur termasuk industri tekstil dan produk tekstil (Industri TPT).

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar mengatakan pelemahan Rupiah akan berdampak langsung ke industri yang tergantung bahan baku dan bahan penolong impor. Kondisi ini juga bisa meningkatkan biaya energi sehingga mengerek naik biaya produksi yang berujung pada menurunya daya saing industri.

Senada dengan Kadin, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta menyebutkan pelemahan Rupiah bisa mengerek harga energi dan logistik. Selain itu serangan produk impor akan menambah beban berat industri tekstil dan produk tekstil (industri TPT) lokal.

Seperti apa dampak pelemahan Rupiah ke industri manufaktur? Selengkapnya simak dialog Dina Gurning dengan Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar dan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta dalam Evening Up,CNBCIndonesia (Jum’at, 19/04/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *