Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia mencapai US$22,43 miliar pada Maret 2024. Nilai ekspor ini naik 16,40% dibandingkan Februari 2024. Namun, nilai ekspor ini turun 4,19% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan peningkatan nilai ekspor Maret secara bulanan didorong peningkatan ekspor nonmigas terutama pada logam mulia, dan perhiasan, permata dengan andil 4,85%. Kemudian, ekspor nonmigas bulan Maret juga ditopang oleh besi baja dengan andil sebesar 2,35%, serta lemak dan minyak hewan atau nabati dengan andil 1,71%.

Sementara itu, secara tahunan, semua sektor meningkat kecuali sektor pertambangan dan lainnya yang turun sebesar 19,72%. Lalu, ekspor komoditas pertanian naik 14,07%.

“Kinerja ekspor beberapa komoditas unggulan indonesia yaitu batu bara besi dan baja serta CPO dan turunanya. Nilai ekspor tiga komoditas ini kira-kira beri share 29,54% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2024,” ujarnya.

BPS juga mencatat nilai ekspor besi dan baja serta CPO dan turunannya meningkat secara bulanan, sedangkan ekspor batu bara turun.

BPS juga mencatat total ekspor pada periode Januari-Maret 2024 mencapai US$ 62,20 miliar atau turun 7,25%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

“Penurunan ini didorong oleh penurunan ekspor migas dan juga ekspor nonmigas,” kata Amalia.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Parah! Ekspor RI Anjlok 11,38% pada Januari-November 2023


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *