Jakarta, CNBC Indonesia – Baru-baru ini Yordania disorot dunia karena menjadi salah satu negara yang ‘diduga’ membantu Israel dengan menembak jatuh drone Iran yang akan menyerang ke negara Zionis itu pekan lalu.

Negara ini pun pernah disorot tajam karena Raja Yordania Abdullah II sebelumnya termasuk di antara puluhan pemimpin dunia yang menyembunyikan uang jutaan dolar di negara bebas pajak (tax haven) dan secara diam-diam membeli rumah mewah di seluruh dunia.

Hal tersebut terungkap dalam penyelidikan bernama Pandora Papers pada 2021 silam. Penyelidikan ini melibatkan sekitar 600 jurnalis didasarkan pada kebocoran sekitar 11,9 juta dokumen dari 14 layanan keuangan global.

Dokumen itu menunjukkan bagaimana Raja Abdullah II menciptakan jaringan perusahaan cangkang dan bebas pajak untuk membangun kerajaan properti senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun dari Malibu, California hingga Washington, DC, dan London.

Berdasarkan penyelidikan, “Tiga rumah mewah tepi pantai di Malibu [dibeli] melalui tiga perusahaan lepas pantai seharga $68 juta oleh Raja Yordania pada tahun-tahun setelah warga Yordania memenuhi jalan-jalan selama Arab Spring untuk memprotes pengangguran dan korupsi.”

Abdullah, juga memiliki tiga apartemen mewah di sebuah kompleks di Washington, DC, dengan pemandangan Sungai Potomac yang indah, dan sebuah rumah di Ascot, salah satu kota termahal di Inggris, serta apartemen bernilai jutaan dolar di pusat kota London, laporan tersebut dikatakan.

“Yordania tidak memiliki uang sebanyak yang dimiliki monarki Timur Tengah lainnya, seperti Arab Saudi, yang memungkinkan seorang raja memamerkan kekayaannya,” kata Annelle Sheline, seorang sarjana Timur Tengah, seperti dikutip Al Jazeera.

“Jika raja Yordania memperlihatkan kekayaannya secara lebih terbuka, hal ini tidak hanya akan membuat rakyatnya marah, tapi juga akan mengecewakan para donor Barat yang telah memberinya uang,” tambahnya.

Istana pun mengatakan bahwa properti Raja Abdullah di AS dan Inggris “bukan rahasia”. Adapun privasi dan keamanan menjadi alasan mengapa properti tersebut tidak diungkapkan.

“Ini bukanlah hal yang aneh atau tidak pantas,” kata pernyataan istana kerajaan.

“Biaya properti ini dan semua pengeluaran terkait dibiayai secara pribadi oleh Yang Mulia. Tak satu pun dari pengeluaran tersebut dibiayai oleh APBN atau kas negara,” lanjut pernyataan itu.

Istana Yordania mengatakan properti ini digunakan selama kunjungan resmi dan beberapa di antaranya digunakan selama kunjungan pribadi.

Pengacara Raja Abdullah mengatakan bahwa semua properti dibeli dengan kekayaan pribadi, dan merupakan praktik umum bagi individu terkemuka untuk membeli properti melalui perusahaan luar negeri demi alasan privasi dan keamanan.

Baru-baru ini, Raja Yordania Abdullah II mengatakan bahwa negaranya tidak boleh menjadi ‘teater perang regional’ setelah Yordania mencegat beberapa rudal dan drone ketika Iran menyerang Israel pada akhir pekan.

Abdullah memperkuat komitmen negaranya untuk menjunjung tinggi keamanan dan kedaulatan di atas segala pertimbangan lainnya. Dilansir Arab News, dia menekankan tujuan Yordania adalah untuk menjaga kedaulatannya sendiri daripada membela Israel.

Akhir pekan lalu, Yordania termasuk di antara sekelompok negara yang membantu Israel menembak jatuh rudal, roket, dan pesawat tak berawak yang diluncurkan oleh Iran dan sekutunya di Israel.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Potret Raja Yordania Abdullah II ‘Turun Gunung’ Kirim Bantuan Ke Gaza


(luc/luc)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *