Jakarta, CNBC Indonesia – Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi global akan turun dari rata-rata tahunan sebesar 6,8% pada tahun 2023 menjadi 5,9% pada tahun 2024 dan 4,5% pada tahun 2025. Hal ini diungkapkan dalam rilis World Economic Outlook edisi April 2024 yang publikasi, Rabu (17/4/2024).

“Penurunan yang lebih besar diperkirakan akan terjadi di negara-negara maju, dengan penurunan inflasi sebesar 2,0% berdasarkan level pada tahun 2024, sedangkan penurunan pada tahun 2025 hanya terjadi di negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang,” tulis IMF dalam laporannya.

Seperti diketahui pada 2022, inflasi global sempat tembus 9,4%. Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi global turun hingga 2,3%. Gourinchas menilai upaya mengembalikan inflasi ke sasarannya harus tetap menjadi prioritas. Meskipun tren inflasi menggembirakan, namun dunia belum mencapainya.

“Yang agak mengkhawatirkan adalah kemajuan menuju target inflasi terhenti sejak awal tahun. Ini mungkin merupakan kemunduran sementara, namun ada alasan untuk tetap waspada,” ujarnya.

IMF, kata Gourinchas, melihat sebagian besar kabar baik mengenai inflasi datang dari penurunan harga energi dan inflasi barang. Hal terakhir ini terbantu dengan berkurangnya gesekan rantai pasokan, serta penurunan harga ekspor Tiongkok.

Namun, dia mewaspadai harga minyak yang akhir-akhir ini meningkat sebagian karena ketegangan geopolitik dan inflasi jasa yang masih sangat tinggi. Pembatasan perdagangan lebih lanjut terhadap ekspor Tiongkok juga dapat mendorong inflasi barang.

Ke depan, Gourinchas mengingatkan para pembuat kebijakan harus memprioritaskan langkah-langkah yang membantu menjaga atau bahkan meningkatkan ketahanan perekonomian global.

Prioritas pertama adalah membangun kembali penyangga fiskal. Bahkan ketika inflasi menurun, suku bunga riil tetap tinggi dan dinamika utang negara menjadi kurang menguntungkan.

“Konsolidasi fiskal yang kredibel dapat membantu menurunkan biaya pendanaan, meningkatkan ruang fiskal, dan stabilitas keuangan. Sayangnya, rencana fiskal sejauh ini tidak memadai dan dapat semakin terhambat mengingat banyaknya pemilu tahun ini,” ujarnya.

Dia pun menegaskan konsolidasi fiskal tidak pernah mudah, namun yang terbaik adalah tidak menunggu sampai pasar menentukan kondisinya.

“Pendekatan yang tepat adalah memulainya sekarang, bertahap, dan kredibel. Ketika inflasi terkendali, konsolidasi multi-tahun yang kredibel akan membantu membuka jalan bagi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut,” tegas Gourinchas.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: IMF Beri “Warning”! 40% Pekerjaan Bisa Terdampak AI


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *