Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terpantau telah menembus level Rp 16.000 di money changer di kawasan Jakarta, pada Selasa, (16/4/2024). Harga tersebut mengikuti tren penguatan nilai tukar dolar selama libur Lebaran 2024.

Seperti di money changer DolarAsia di kawasan Jalan Melawai Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada pukul 12.00 WIB, tempat penukaran uang tersebut menjual dolar AS dengan kurs jual Rp 16.130. Sementara itu, kurs beli dipatok seharga Rp 16.080.

Seorang pegawai money changer bernama Rendi mengatakan kondisi harga dolar yang sedang tinggi itu tak mengubah aktivitas penjualan. Menurut dia, jumlah pelanggan yang datang masih sama ketika dolar tidak sekuat saat ini.

“Dampaknya tidak begitu terasa, kategorinya kalau untuk money changer kami masih normal,” kata dia di tempat kerjanya.

Rendi mengatakan rata-rata jumlah pelanggan yang menukarkan uang di tempatnya antara 150-200 orang per hari. Jumlah yang sama, kata dia, juga diperkirakan akan terjadi hari ini.

Menurutnya, rata-rata pelanggan menukarkan uang sejumlah US$ 10.000-US$ 15.000. Penukaran uang hari ini, kata dia, lebih banyak dilakukan oleh para individu, bukan korporat.

“Kalau ritel biasa untuk kebutuhan pribadi saja, kalau perusahaan belum ada. Apalagi kalau lagi tinggi gini ga ada yang beli. apalagi baru masuk kantor jadi belum ada kebutuhan, apalagi tanggal pertengahan begini,” kata dia.

Rendi menjelaskan tidak adanya perubahan tersebut merupakan hal normal. Dia bilang ketika harga dolar sedang tinggi, justru biasanya jumlah pelanggan sepi. Para pelanggan, kata dia, cenderung menahan dolar ketika harganya tinggi.

“Karena orang kan berharap lebih tinggi lagi, malah kalau normal-normal aja ramai,” ujar dia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah hari ini, Selasa (16/4/2024). Dilansir dari Refinitiv, rupiah terpuruk 2,27% ke level psikologis baru Rp16.200/US$ hanya dalam kurun waktu 30 menit sejak perdagangan dibuka.

Posisi rupiah saat ini merupakan yang terlemah sejak 6 April 2020 atau sekitar empat tahun terakhir sejak pandemi Covid-19 terjadi di awal 2020.

Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09:32 WIB naik ke angka 106,33 atau menguat 0,12%. Apresiasi DXY ini telah terjadi selama enam hari beruntun sejak 9 April 2024 atau telah naik sekitar dua indeks poin hanya dalam kurun waktu singkat.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BI Ungkap Biang Kerok Dolar Tembus Rp 15.800


(haa/haa)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *