Jakarta, CNBC Indonesia – Paus Fransiskus bakal datang ke Indonesia 3 September. Sosok suci umat Katholik tersebut akan melakukan kunjungan tiga hari ke RI, disusul kemudian ke Papua Nugini dan Timor Leste.

Namun ada satu cerita terungkap dari rencana tersebut. Tentang awal mula kedatangan Paus yang melibatkan sosok Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi .

Kala itu 15 November 2023. Menteri yang juga Ketua Umum (Ketum) Projo itu menghadiri Resepsi Perayaan HUT X Pemilihan Paus Francis Yang Kudus di Kedutaan Besar Takhta Suci Vatikan, Jakarta Pusat.

Ia memberikan pidato di depan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia (Nuntius Apostolik) Piero Pioppo. Termasuk undangan resmi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Paus hadir ke Tanah Air.

“Indonesia sangat menghargai hubungan bilateral dengan Tahta Suci. Kedua negara kita terus menikmati hubungan jangka panjang sejak dimulainya hubungan diplomatik dan senantiasa berbagi nilai-nilai yang sama yaitu perdamaian, kemanusiaan, inklusivitas, dan kebebasan,” kata Budi Arie saat itu.

“Dalam hal ini presiden kita menyampaikan undangannya kepada Yang Mulia untuk mengunjungi Indonesia. Kunjungan tersebut sangat kami nantikan dan berharap dapat segera terwujud,” ujarnya.

“Kunjungan ini akan menjadi momen penting tidak hanya bagi umat Katolik yang setia di Indonesia namun bagi seluruh Indonesia dari berbagai latar belakang agama,” tambahnya.

Dalam pernyataan kala itu, Budi Arie meyakini kunjungan Paus akan mendorong dialog antaragama dan menyerukan perdamaian. Di mana, tambahnya, hal itu terbukti penting pada saat ini, ketika dunia menyaksikan meningkatnya ketegangan, konflik dan kekerasan.

“Selanjutnya izinkan saya menegaskan kembali pentingnya dukungan Takhta Suci bagi Gereja Katolik Indonesia bersama dengan berbagai pemimpin agama di seluruh dunia,” katanya lagi.

“Gereja Katolik Indonesia bersama berbagai tokoh agama tanpa kenal lelah berupaya memupuk persatuan, keberagaman, dan perdamaian di Indonesia,” ujar Budi Arie.

“Indonesia bangga menjadi Mitra Perdamaian Tahta Suci. Kami yakin bahwa, di bawah kepemimpinan yang bijaksana dan bimbingan Yang Mulia, komunitas internasional akan melakukan upaya yang lebih besar lagi untuk memajukan perdamaian dunia,” tambahnya.

Sebelumnya kedatangan Paus Fransiskus sempat disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada sebuah kesempatan. Paus Fransiskus sendiri berasal dari Argentina dan terpilih sebagai kardinal di 2013 dan telah melakukan 44 perjalanan ke luar negeri.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Paus Fransiskus Sebut Perang Israel di Gaza Terorisme


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *