Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) atau bansos dilakukan pada 2023 dan dilanjutkan pada 2024 untuk melindungi masyarakat miskin terhadap dampak El Nino dan gangguan rantai pasok global. Kedua faktor itu telah membuat tren harga beras dunia bergejolak.

“BMKG dan beberapa pusat iklim dunia memprediksi El Nino akan bertahan hingga periode Desember 2023 bahkan Januari-Februari 2024,” kata Airlangga dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di MK, Jumat (5/4/2024).

Airlangga menjelaskan kondisi di atas berdampak pada penurunan produksi beras. Di Indonesia produksi beras sampai Juli 2023 turun 5,88 juta ton. “Pada saat yang sama terjadi kenaikan harga beras dunia di mana Thailand itu US$ 624 per ton naik 28 persen,” kata Airlangga.

Ia menambahkan beras di Vietnam juga naik harganya jadi US$ 614 per ton naik 41,9 persen. “Kenaikan itu diikuti larangan ekspor beras 6 negara di tahun 2023 India, Bangladesh, Rusia, UEA, Myanmar, Uganda larang ekspor,” katanya.

Bahkan ada tiga negara melanjutkan kebijakan larang ekspor lanjut di tahun 2024.

Seperti diketahui bantuan beras pemerintah jadi sorotan di tengah sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) di Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar 14 Februari 2024 lalu. Dalam hal ini, bantuan sosial (bansos) era pemerintahan Jokowi. Seperti diketahui, bantuan beras adalah 1 dari sederet program bantuan yang digelontorkan Jokowi untuk kelompok masyarakat sasaran.

Program bantuan beras ini sudah berlangsung sekitar setahun. Dan, sejak diluncurkan kembali pada awal Januari 2024, Jokowi beberapa kali terpantau mengungkapkan rencananya akan melanjutkan lagi penyaluran bantuan beras ini.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kemendag: Harga Beras Sudah Tak Ada Gejolak, Tapi Masih Tinggi


(hoi/hoi)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *