Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS), Ahmad Dani Virsal buka suara perihal isu bocornya produksi timah Indonesia ke negara tetangga, Malaysia. Isu tersebut mencuat pasca produksi timah dari Indonesia menurun dan meningkatnya produksi di Malaysia.

“Laporan terakhir itu ya produksi timah Malaysia itu produksinya meningkat. Nah itu. Mereka kan ada regulasi bisa impor. Ya mungkin dari mana-mana kan kita juga perlu buktikan lah ya,” ujar Ahmad Dani Virsal saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (3/4/2024).

Namun, saat ditanya potensi impor timah di Malaysia dari timah di Indonesia yang menyandang salah satu negara dengan produksi timah tertinggi di dunia secara ilegal, Virsal mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut.

“Nah kita belum bisa, belum sampai kesana lah kalau itu,” jawabnya.

Isu bocornya produksi timah Indonesia ke Malaysia bermula dari Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mohamad Haekal mengungkapkan kecurigaannya yang mana Malaysia mengalami kelebihan pasokan timah sedangkan Indonesia mengalami penurunan produksi timah.

“Di mana Malaysia produksi timah itu? (Dari) Bangka Belitung? Luar biasa ya, saya tidak mengerti Indonesia sudah pindah wilayah, boder geser ya?,” tanya dia kepada Dirut TINS, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Jakarta, dikutip Rabu (3/4/2024).

Selain itu, Haekal juga mengungkapkan perihal isu hangat lainnya tentang praktik pertambangan ilegal yang diduga dilakukan di atas Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

Dengan begitu, dia menilai ada potensi hasil pertambangan ilegal yang dilakukan bisa diklaim sebagai produksi negara lain. “Secara ilegal ini pasti terselundup ke luar, dijual ke berbagai market dan diakui sebagai produksi si A, B, dan C. Barang ini ilegal, tetapi harus ada jalur pelegalan,” tandasnya.

Dalam paparannya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI, Virsal mengungkapkan produksi bijih timah PT Timah, pada 2023 tercatat mengalami penurunan 26% menjadi 14.855 ton dari 20.079 ton pada 2022. Dari sisi produksi logam timah, pada 2023 produksi logam timah juga turun 23% menjadi 15.340 ton dari 19.825 ton pada 2022.

Sementara dari sisi penjualan, penjualan logam timah pada 2023 turun 31% menjadi 14.385 ton dari 20.805 ton pada 2022 lalu. Akibat produksi menurun, PT Timah membukukan kerugian laba bersih Rp 450 miliar pada 2023, turun dari capaian laba bersih selama 2022 yang tercatat mencapai Rp 1,04 triliun.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Timah, Ini Kronologinya


(pgr/pgr)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *