Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan komitmen investasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di Indonesia mencapai US$ 11,2 miliar atau Rp 178,4 triliun hingga 2029.

Menurut Arifin komitmen investasi tersebut merupakan syarat PT Vale Indonesia untuk mendapatkan perpanjangan izin kontrak dari yang semula kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

“Sekarang sudah ada rencana investasi strategis yang nilainya hampir US$ 11,2 miliar itu dilaksanakan sampai 2029,” kata Arifin ditemui di Gedung Kementerian ESDM, dikutip Kamis (4/4/2024).

Arifin dalam paparan RDP bersama Komisi VII memerinci komitmen investasi sebesar US$ 11,2 miliar tersebut berupa 4 proyek yang akan dijalankan PT Vale Indonesia.

Proyek pertama yakni investasi tambang dan smelter HPAL di Sorowako, Sulawesi Selatan, dengan investasi sebesar US$ 2 miliar yang akan mulai start up di tahun 2027.

Proyek kedua yakni investasi tambang nikel dan smelter HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dengan investasi sebesar US$ 4,6 miliar yang akan start up di akhir tahun 2026. Proyek ketiga yakni investasi tambang nikel dan smelter RKEF di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dengan investasi senilai US$ 2,6 miliar dan target startup di tahun 2026.

“Yang satu lagi kan nanti yang mau masuk belakang. Sudah MoU,” kata Arifin.

Sebagaimana diketahui, setelah transaksi selesai, MIND ID akan menjadi pemegang saham terbesar dengan total kepemilikan 34%. Sementara itu, Vale Canada Limited (VCL) dan SMM masing-masing akan memiliki 33,9% dan 11,5%. Sedangkan sekitar 20,6% masih dimiliki publik melalui Bursa Efek Indonesia.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Jokowi Temui Vo Van Thuong, RI-Vietnam Kerja Sama Pangan & EV


(pgr/pgr)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *