Jakarta, CNBC Indonesia – Skandal suap jam tangan mewah kini menggegerkan Peru. Sebanyak enam menteri mundur dan presiden pun terancam lengser.

Kejadian ini bermula saat penggerebekan dilakukan polisi di rumah dan kantor Presiden Dina Boluarte, Maret. Kala itu ditemukan sebuah jam tangan mewah Rolex, yang sebelumnya tak pernah dilaporkan ke negara.

Ini kemudian membuat media lokal menjuluki kasus itu sebagai Rolexgate. Tidak jelas bagaimana Boluarte memperoleh jam tangah mewah tersebut dengan gaji pemerintah sekitar US$55.000 (Rp876 juta) meski di beberapa kesempatan ia mengatakan benda tersebut berasal dari kerja keras selama hidupnya.

Imbasnya, kemarin, Menteri Dalam Negeri Peru Victor Torres mengundurkan diri. Lima menteri lainnya juga telah bersama-sama resign termasuk menteri pendidikan, menteri perempuan, menteri produksi, dan menteri perdagangan, serta menteri pertanian

Hal itu pun berujung ke pengajuan mosi percaya yang diajukan anggota parlemen sayap kiri. Merujuk konstisusi Peru, jika Boluarte didakwa dalam kasus Rolex, sebenarnya persidangan tidak dapat dilakukan sampai masa jabatannya berakhir pada Juli 2026 kecuali dia resmi telah dimakzulkan.

Konstitusi Peru memang memberi Kongres kekuasaan yang sangat besar untuk memecat presiden. Di mana pemakzulan hanya membutuhkan 87 suara dari 130 anggota parlemen.

“Pemungutan suara pemakzulan dapat dilakukan berdasarkan ketentuan ketidakmampuan moral yang tidak jelas dan tidak mengharuskan anggota parlemen untuk menunjukkan kesalahan hukum,” kata analis Augusto Alvarez Rodrich, dikutip AFP.

“Jadi, di Kongreslah yang akan memutuskan apakah dia akan tetap menjadi presiden atau tidak,” tambahnya

Meski begitu, kolumnis surat kabar La Republica, Analis Alvarez, mengatakan pemakzulan tidak mungkin dilakukan. Karena Kongres lebih memilih untuk “menghindari risiko” diadakannya pemilihan umum dini.

“Kekuatan utama di Kongres bermaksud mempertahankan status quo selama mungkin,” kata ilmuwan politik Carlos Melendez, dari Universitas Diego Portales di negara tetangga Chile.

“Akan menjadi keajaiban jika Boluarte berhasil mencapai akhir masa jabatannya karena tidak ada seorang pun yang ingin menjadi sekutu presiden yang tidak populer ketika pemilu tahun 2026 tiba,” tambahnya menyebut bagaimana merosotnya popularitas Boluarte di publik selama ini.

Presiden Peru Dina Boluarte. (AP Photo/Guadalupe Pardo)Foto: Presiden Peru Dina Boluarte. (AP/Guadalupe Pardo)
Presiden Peru Dina Boluarte. (AP Photo/Guadalupe Pardo)

Boluarte sendiri menjabat sebagai Presiden Peru sejak Desember 2022. Ini setelah pemakzulan dan penangkapan dilakukan ke presiden saat itu Pedro Castillo yang mencoba membubarkan Kongres dan memerintah melalui dekrit.

Langkah Castillo menyebabkan penangkapannya dan protes dengan kekerasan yang menuntut dia mundur serta pemilihan umum baru diadakan. Dia juga menghadapi tuntutan konstitusional atas tindakan keras terhadap protes yang menyebabkan kematian lebih dari 50 orang.

Boluarte dijadwalkan memberikan pernyataan resmi kepada penyelidik pada Jumat. Ia pun telah diinstruksikan untuk menunjukkan jam tangan Rolex miliknya saat dia menghadiri pertemuan tersebut.

Di sisi lain, Jaksa Agung Peru Juan Villena mengumumkan perluasan penyelidikan atas kepemilikan Boluarte atas gelang Cartier senilai U$56.000 dan perhiasan lainnya senilai lebih dari US$500.000. Deposito bank-nya sekitar US$250.000 juga sedang diselidiki.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Inggris Heboh! Rishi Sunak Kena Skandal, Disebut Dr Kematian


(sef/sef)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *